Kamis, 05 Desember 2013

Buku Baru - Araceae & Dioscorea

TEBAL BUKU & ISBN:
100 halaman; 978-602-8394-90-1

PENULIS:
Dr. Ir. Nur Richana, M.S.

PENERBIT:
Nuansa Cendekia

Manfaat umbi-umbian di Indonesia untuk keluarga:

* Ubi kelapa paling digemari karena rasanya enak. Bisa diolah secara sederhana tanpa teknologi yang sulit. Cocok dimakan sebagai ubi rebus, dikukus, dan dibuat getuk. Tepung ubi kelapa dapat dibuat cake, bahkan volume pengembangannya sama dengan cake dari terigu.

* Umbi gadung merupakan sumber karbohidrat sekaligus sumber energi. Gadung merupakan bahan makanan yang enak rasanya. Umbi gadung bisa untuk mengobati kusta, diabetes, pengendalian hama terutama tikus.

* Ubi gembili bisa dimakan sebagai ubi rebus, dikukus, dan dibuat getuk. Tepungnya bisa dibuat cake.

* Kentang hitam telah dipakai secara turun-temurun sebagai obat maag. Mengandung semacam gelatin yang berfungsi menutupi luka dinding lambung. Di Afrika, kentang hitam digunakan untuk obat disentri.

* Umbi garut muda rasanya manis. Bermanfaat sebagai makanan kecil dengan cara dikukus, direbus, dan dibakar. Umbi garut yang tua bisa untuk pati, tepung, atau emping. Bahkan tanaman ini juga bisa menghasilkan mi kering dengan aroma yang sedap. Selamat membaca!

Buku Baru - Hukum & Pemikiran Modern

TEBAL BUKU & ISBN:
502 halaman; 978-602-8394-98-7

PENULIS:
Jerome Frank

PENERBIT:
Nuansa Cendekia

TAHUN TERBIT: 

Maret 2013

Banyak praktisi, termasuk intelektual bidang hukum memahami “ketidakpastian dalam realitas hukum berakar dari ketidakpastian aturan.” Akibatnya timbul kesimpulan, “ketidakpastian hukum selalu identik dengan ketidakpastian aturan.”

Melalui cara pandang baru, Jerome Frank, seorang pemikir hukum modern yang dikenal brilian itu membuka kesalahan berpikir seperti itu. Intisari dari buku ini adalah membuka problematika hukum modern dan menawarkan cara pandang baru. Basis risetnya, literatur utama hukum klasik dan modern, kajian realisme hukum, dan prinsip-prinsip psikologi praktik hukum. Bagian pertama buku ini, memuat tentang realisme hukum, praktik pengacara, kebijakan hakim, dan yudisial. Bagian kedua tentang kepastian hukum dengan kritik pada mitos-mitos pemikiran hukum, banyak mengupas kajian filosofis dan paradigma hukum yang sangat penting.

Pada bagian ketiga, Frank memberikan lampiran-lampiran, untuk menjawab bagaimana seharusnya hukum modern diterapkan di masyarakat. Selamat membaca!

Buku Baru - Hukum Waris

TEBAL BUKU & ISBN:
232 halaman; 978-602-7870-02-4

PENULIS:
Irma Devita Purnamasari, S.H., M.Kn.

PENERBIT:
Kaifa, Penerbit Mizan
TAHUN TERBIT:
Desember 2012
 

Berdasarkan pengalamannya belasan tahun selaku praktisi, pengajar, dan pelatih kenotariatan, penulis menghadirkan serial Panduan Lengkap Hukum Praktis Populer. Setelah empat buku terbit dalam serial “Kiat-kiat Cerdas, Mudah, dan Bijak”: Mendirikan Badan Usaha, Mengatasi Masalah Hukum Pertanahan, Akad Syariah, dan Hukum Jaminan Perbankan, dalam buku kelimanya ini, Irma Devita kembali hadir membantu Anda memahami seluk-beluk hukum waris, baik dalam hukum Islam maupun hukum perdata.

Praktisi hukum ini menyertakan banyak ilustrasi, contoh kasus, dan analogi dalam kehidupan sehari-hari. Tanya-jawab masalah yang sering muncul pun menyertai pembahasan tentang hukum waris baik secara waris perdata Barat maupun waris Islam. Ini memberikan wacana baru bahwa mempelajari dan menerapkan hukum itu sangat mudah dan praktis. Tak hanya masyarakat awam yang akan mendapatkan kiat praktis sebelum meminta bantuan notaris, para mahasiswa hukum dan/atau kenotariatan akan memperoleh pencerahan pula. Bahkan, para praktisi hukum akan mendapatkan alternatif solusi dalam menangani hukum waris dan pewarisan. Selamat membaca!

Buku Baru - OASE Kehidupan

TEBAL BUKU & ISBN:
178 halaman; 979-24-5766-6

PENULIS:
Abu Dzikra
Sodik Hasanuddin

PENERBIT:
Marja

Merujuk kisah-kisah hikmah sebagai teladan dari para pemimpin pada masa-masa awal kejayaan Islam sepeninggal Nabi Muhammad Saw. Kisah-kisah tersebut meskipun terjadi lebih dari tiga belas abad yang lalu, tetapi masih tetap relevan untuk dijadikan contoh teladan bagi para pemimpin pada masa sekarang ini, mulai tingkat terendah sampai dengan pemimpin tertinggi.

Di negeri kita yang masyarakatnya bersifat paternalistis ini, peran pemimpin sangatlah penting. Pemimpin sering dijadikan contoh teladan oleh rakyat dan para pejabat yang ada di bawahnya. Kalau pemimpin jujur, adil, dan amanah, maka manfaatnya akan terasa kepada rakyat dan para pejabat di bawahnya.

Sebaliknya, kalau pemimpinnya tidak jujur, tidak mempunyai integritas, dan hanya mementingkan diri sendiri serta kelompoknya, maka jangan salahkan kalau orang-orang yang ada di bawahnya juga melakukan hal serupa. Akhirnya muncul di masyarakat krisis kepercayaan kepada para pemimpin. Bagaimanakah para pemimpin pada masa awal keemasan Islam itu melaksanakan amanah yang telah diembannya? Selamat membaca!

Resensi Buku: The Geography of BLISS

Resensi Buku: The Geography of BLISS
Judul Resensi Buku:
KEBAHAGIAAN di Penjuru Dunia  

(Resensi Buku: The Geography of Bliss) -- SUNGGUH, Eric Weiner ingin melihat dunia, terutama dengan dana dari pihak lain. Maka dia menjadi jurnalis, membawa tas punggung dan buku catatannya, lalu menjelajahi dunia. Hasilnya adalah buku The Geography of Bliss ini. Penulis membawa pembaca melanglangbuana ke berbagai negara, dari Belanda, Swiss, Bhutan, hingga Qatar, Islandia, India, dan Amerika … untuk mencari tahu apa yang membuat orang-orang di sana bahagia atau murung. Buku ini adalah campuran aneh tulisan perjalanan, psikologi, sains, dan humor.

Apakah orang-orang di Swiss lebih bahagia karena negara mereka paling demokratis di dunia? Apakah penduduk Qatar menemukan kebahagiaan di tengah gelimang dolar dari minyak mereka? Apakah Raja Bhutan seorang pengkhayal karena berinisiatif memakai indikator kebahagiaan rakyat yang disebut Gross National Happiness sebagai prioritas nasional? Kenapa penduduk Islandia, yang suhunya sangat dingin dan jauh dari mana-mana, termasuk negara yang warganya paling bahagia di dunia? Kenapa di India kebahagiaan dan kesengsaraan bisa hidup berdampingan? Ingin tahu jawabannya, coba baca lebih lanjut resensi buku ini di Best-seller Books, lalu segera dapatkan bukunya.


(Resensi buku "The Geography of Bliss" oleh Suro Prapanca tertanggal 8 November 2013) Ditulis dengan wawasan yang dalam dan kocak, buku ini membawa pembaca ke tempat-tempat yang aneh dan bertemu dengan orang-orang yang, anehnya, tampak akrab. Sebuah bacaan ringan yang sekaligus memancing intelektualitas pembaca.

Memang bukan saran yang paling mendalam. Dari seseorang bernama “Happy” yang pernah penulis jumpai dalam pengembaraannya mengelilingi dunia untuk mengetahui apa itu kebahagiaan bagi penduduk yang menempati berbagai belahan dunia ini. Namun, Happy cukup bijak mengungkap rahasianya menjadi bahagia, “Tetaplah tersenyum. Bahkan ketika Anda sedih. Tetaplah tersenyum.”

Menurut penulis, hanya orang bodoh dan seorang filsuf yang akan melakukan generalisasi mengenai ciri kebahagiaan. Penulis menyadari bahwa dirinya bukan filsuf, maka inilah yang dia katakana: Uang itu penting, tapi kurang penting dibandingkan yang kita kira dan bukan seperti yang kita kira. Keluarga itu penting. Demikian juga dengan sahabat. Rasa iri itu racun. Begitu juga berpikir yang berlebihan. Pantai itu bersifat pilihan. Tapi tidak dengan kepercayaan. Tidak pula dengan rasa syukur.

Itulah epilog yang disampaikan Eric Weiner, penulis yang telah mempelajari literatur ilmiah mengenai kebahagiaan dan menjalinnya ke dalam narasinya yang lantas dibumbui dengan sindiran yang cerdas. Penulis menyampaikan memoarnya dengan penuh wawasan, riang, dan tajam. Berdasarkan pengembaraannya berkeliling ke berbagai negara, seperti di Belanda—yang mendasarkan kebahagiaan adalah angka; Swiss; Bhutan; Qatar—yang mendasarkan kebahagiaan adalah menang lotre; Islandia; Moldova; Thailand—kebahagiaan adalah tidak berpikir; Britania Raya, India—kebahagiaan adalah kontradiksi; serta Amerika—kebahagiaan adalah rumah. Bagaimana dengan di Indonesia? Apa arti kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia? Anda akan menemukan arti kebahagiaan, setelah Anda membaca buku ini. Selamat membaca! Resensi buku ini juga dimuat di harian Inilah Koran. (Peresensi Buku: Suro Prapanca)

Judul Buku : The Geography of BLISS
Penulis : Eric Weiner
Diterbitkan : Penerbit Qanita, PT Mizan Pustaka
Cetakan VI : Mei 2013
Tebal : 512 halaman
ISBN : 978-602-9225-27-3
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi : 13,5 x 20,5 cm
Kategori : Memoar

(Suro Prapanca)
Bandung, 8 November 2013 

Dimuat juga di INILAHKORAN, Minggu 17 November 2013

Resensi Buku - KAMUS ISME-ISME

KAMUS ISME-ISME Pertama di Indonesia 

Isme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan akhiran pembentuk nomina yang berarti sistem kepercayaan berdasarkan politik, sosial, atau ekonomi: misalnya terorisme, liberalisme, komunisme, dan isme-isme yang lain. Di sini, KAMUS ISME-ISME, Yapi Tambayong (sang penulis) mempersembahkan kamus yang mungkin belum pernah ada dalam peta kepustakaan kita atau pertama kalinya hadir mewarnai dunia kepustakaan di Indonesia.

Dalam kamus dengan tebal 368 halaman ini, Yapi Tambayong, yang juga memiliki beberapa nama samaran, seperti Remy Sylado, Alif Danya Munsyi, dan Dova Zila, mendasarkan isme-isme atau ajaran-ajaran ini tidak hanya dalam bidang politik, sosial, dan ekonomi. Juga, berdasarkan filsafat, teologi, seni, hukum, psikologi, biologi, serta medis.


Memahami isme itu tidak hanya perlu, melainkan penting. Hal ini karena pengertian isme dalam konteks ajaran/paham/kepercayaan/ideologi dan pengertian isme dalam wilayah terminologi tumbuh berkembang secara dinamis dari masa ke masa di setiap golongan masyarakat.

Di tengah keberagaman isme yang ada perlulah kita memiliki cara pandang bijaksana, dan kebijaksanaan yang terpenting ialah kesanggupan kita untuk menyempatkan belajar memahami secara mendalam, objektif, dan disertai sikap kritis.

Dengan menyempatkan membaca buku inilah, Anda para pembaca berarti sedang bersikap bijaksana. Karya Yapi Tambayong ini merupakan terobosan baru yang menjelaskan perihal isme. Selain tetap menguraikan isme-isme besar dunia, buku ini juga memasukkan isme-isme baru yang hadir di Indonesia. Seperti, Abeesisme/ABS-isme, Asbunisme, Modarisme, Ndoroisme, dan lain sebagainya, akan Anda temukan dalam kamus yang diterbitkan oleh Penerbit Nuansa Cendekia ini.

Dengan semangat dan tujuan memperbaiki kualitas keilmuan generasi bangsa. Yapi Tambayong menulis buku ini secara teliti dan telaten serta menyusun dengan kalimat-kalimat yang enak dibaca. Kiranya tak perlu diragukan lagi kualitas karya ini karena dengan membaca satu per satu istilah isme yang ditafsirkan secara cerdas oleh penulisnya, kita akan mendapatkan kekayaan pengetahuan tentang beragam isme.

Menurut penulis, sebagai penyuka bahasa—selama ini dia memperkenalkan dirinya sebagai munsyi—bahwa menulis kamus seperti ini karuan merupakan tantangan memikat untuk belajar lebih luas menyangkut kebahasaan atas segala aspek pengetahuan, ilmu, atau widya, yang pernah ada dan bersinambungan dalam sejarah peradaban.

Dia hendak menekankan bahwa dalam acuan di atas, adalah menulis. Baginya, menulis merupakan pekerjaan cendekia dari kemauan yang serius memandang arti serajah peradaban tersebut, sebagai katakanlah tanggung jawab budaya, untuk merangkumnya, memilihnya, lantas menyajikannya kepada Anda.

Jika hal itu boleh dibilang sebagai landasan, maka awal landasan ini dimulai dari banyak diskusi dengan sahabat dan kerabat dari latar sekolah-sekolah kesenian maupun sekolah-sekolah keagamaan—yang notabene peristilahannya mendapat bagian lumayan besar di kamus ini—tercetuslah harapan untuk perlunya sebuah catatan khusus berupa buku tentang istilah-istilah terpakai meliputi paham, aliran, atau gerakan yang terjadi di dalamnya, agar diskusi-diskusi tersebut bisa mengalir.

Maka, begitulah, dalam waktu singkat lahirlah Kamus Isme-Isme yang sedang Anda pegang ini. Dengan sendirinya kamus ini—yang dikerjakan dalam waktu singkat: lebih kurang satu bulan—belumlah boleh dibilang final. Masih ada besok untuk melengkapinya. Dan, tentu saja, kritik dan koreksi Puan-puan dan Tuan-tuan semua niscaya akan melengkapi kekurangan-kekurangannya. Untuk itu, selamat menikmati pengetahuan tentang isme-isme yang mungkin saja itu merupakan hal baru, selain beberapa yang sudah Anda ketahui atau dengar. Selamat membaca.

Judul : KAMUS ISME-ISME
ISBN : 978-602-8394-14-7
Penulis : Yapi Tambayong
Penerbit : Nuansa Cendekia
Cetakan : Juli 2013
Tebal : 368 halaman
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi : 15,5 x 23,5 cm
Kategori : Kamus

Suro Prapanca (Bandung, 31 Oktober 2013)

Dimuat juga di INILAHKORAN, Minggu 3 November 2013

Rabu, 04 Desember 2013

Resensi Buku - SOMEBODY ASKED ME

Anda Bertanya, Ustaz Aceng Menjawab 

Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, kegiatan dakwah tidak mesti dengan bahasa lisan dan disampaikan di atas mimbar atau podium. Pola dakwah bit at-tadwin (dakwah melalui tulisan) juga bisa dilakukan guna memanfaatkan kemajuan teknologi informasi (internet) dan jejaring sosial. Misalnya, dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif. Berangkat dari situlah Ustaz Aceng Karimullah, menyampaikan dakwah model ini.

H Aceng Karimullah, menyusun buku SOMEBODY Asked ME ini dari kumpulan jawaban pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan melalui e-mail para jemaah majelis taklim Keluarga Muslim Trakindo Group. Ustaz yang mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia tahun 1987 ini berlatar belakang pendidikan pesantren tradisional di Garut dan Bandung (Jawa Barat) serta Jombang dan Kediri (Jawa Tengah).


Ustaz kelahiran Garut, 5 Juni 1953 ini memang sarat pengalaman beraktivitas di bidang keagamaan sejak zaman sebagai pelajar dan mahasiswa. Dia aktif di Pelajar Islam Indonesia (Bandung, 1964), kemudian di Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (Bandung, 1966), serta Himpunan Mahasiswa Islam (Bandung, 1973). Dan sampai sekarang aktif mengasuh kegiatan di pesantren, majelis taklim, serta kelompok bimbingan haji di Jakarta. Juga masih aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan keagamaan di rubrik “Konsultasi Agama” pada majalah Nuansa Persada. Juga, merupakan Ketua Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah di Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (masa bakti 2011-2016).

Dengan buku setebal 546 halaman yang diterbitkan oleh Madani Institute ini penulis mengajak pembaca menjadi pribadi yang saleh. Saleh dalam keluarga, saleh dalam pergaulan sosial, bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan beragama. Buku ini telah memberikan jawaban-jawaban praktis atas pertanyaan masyarakat seputar kegiatan keberagamaan.

Materi dakwah bit at-tadwin dalam buku ini tidak terbatas pada urusan habluminallah (beribadah kepada Allah), tapi juga mencakup hidup keseharian dalam bermasyarakat dan berkeluarga (habluminannas) sehingga tercapailah sebagai Muslim yang, “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk mencari rida Allah, Tuhan seru sekalian alam.”

Membaca buku ini menyadarkan kita bahwa tiada yang lebih penting dalam hidup ini daripada memahami ajaran-ajaran Allah dan Rasul-Nya. Ayat-ayat Alquran maupun hadis-hadis Nabi yang disampaikan penulis dalam menjawab semua pertanyaan jemaah menjadi solusi untuk segala permasalahan hidup, dan dapat dijadikan cermin bagi siapa pun yang membacanya. Mudah-mudahan buku ini mendatangkan manfaatnya, dalam rangka saling mengingatkan dalam hal kebenaran dan kesabaran.

Menyangkut dakwah bit-tadwim ini Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada." Subhanallah.

Judul : SOMEBODY ASKED ME
Penulis : Ustaz Aceng Karimullah
Diterbitkan : Madani Institute
Cetakan V : Juli 2013
Jumlah Halaman : 546 halaman
ISBN : 978-602-9255-44-7
Jenis Cover : Hard Cover
Dimensi : 14,5 x 20,5 cm
Kategori : Tanya-Jawab Agama Islam

Suro Prapanca
Bandung, 25 Oktober 2013
Dimuat juga di INILAHKORAN, Minggu 27 Oktober 2013