Jumat, 05 September 2014

Resensi Buku: Dan Brown a Biography

Judul Resensi Buku:
Kisah Hidup Novelis Paling Kontroversial Abad 21

(Resensi Buku: Dan Brown a Biograpy) -- SETIAP Kali berkunjung ke Paris, Brown memiliki kebiasaan untuk menghabiskan waktu seharian di museum, tempat yang berperan penting dalam novelnya (The Da Vinci Code)—bersama Leonardo da Vinci, sang pencipta lukisan paling terkenal yang dimiliki museum itu (Grands Gallery Louvre). Para penjaga di museum sudah terbiasa melihat pria Amerika yang bersikap santai dan necis saat menyusuri selasar dan terlihat sedang berpikir serius. Brown dan istrinya, Blythe, sedang melakukan lebih banyak penelitian untuk novel yang sedang ditulisnya, yang akan menjadi karya fiksi keempatnya yang diterbitkan. Kisah-kisah blak-blakan tentang Dan Brown, pria yang berjualan bukunya mengalahkan penjualan Alkitab, benar-benar best-seller books.


The Da Vinci Code (karya keempatnya) melejitkan Dan Brown sebagai salah satu penulis terpopuler sepanjang sejarah, buku-bukunya laris dan selalu ditunggu-tunggu fans di seluruh dunia. Tetapi, dia juga salah satu penulis yang paling misterius. Tak banyak kisah hidupnya berdasar. Dan Brown pun jarang memberikan wawancara ataupun muncul di hadapan publik.

Melalui biografi yang mencerahkan ini (Dan Brown a Biography) yang diresensi oleh Suro Prapanca, pembaca akan diajak menjelajahi masa kecil Dan Brown, masa kecil yang membuatnya terobsesi dengan kode-kode dan teka-teki. Bagaimana seorang guru bahasa Inggris, penyanyi sekaligus pencipta lagu ini bisa menelurkan karya-karya semacam, The Da Vinci Code, Angels & Demons, The Lost Symbol, dan Inferno yang merajai dunia. Pesona apa yang dimiliki Dan Brown sehingga jutaan pembacanya setia menunggu setiap karya-karyanya. Bagaimana kenyataannya, hasrat Dan Brown menjalani kehidupan yang sangat kreatif, pertama dengan berusaha terjun ke bisnis musik, lalu menulis buku humor pendek, dan akhirnya dengan menulis purnawaktu, sangat mirip dengan ujian, tantangan, dan bahaya konstan yang dihadapi Robert Langdon—alter ego-nya dan bintang dalam novel-novelnya. Selamat membaca! Resensi buku ini juga dimuat di Inilah Koran. (suro prapanca)

JUDUL: Dan Brown a Biography
TEBAL BUKU & ISBN: 240 halaman; 978-602-291-041-1
PENULIS: Lisa Rogak
PENERBIT: Bentang, PT Bentang Pustaka

Resensi Buku: Aku Jauh Engkau Jauh, Aku Dekat Engkau Dekat

Resensi Buku: Aku Jauh Engkau Jauh, Aku Dekat Engkau Dekat
Judul Resensi Buku:
Buatlah Allah Begitu Spesial di Hatimu

(Resensi Buku: Aku Jauh Engkau Jauh, Aku Dekat Engkau Dekat) -- PERNAHKAH Kita merasa sedih, saat apa yang kita miliki tiba-tiba diambil begitu saja oleh Allah: kekayaan yang kita jaga baik-baik ternyata lenyap hanya dalam hitungan detik? Anak yang kita rawat dengan penuh cinta dan kasih sayang pergi untuk selamanya? Pekerjaan yang kita impikan lepas dari genggaman? Pasangan yang kita cintai dengan tulus tak lagi bersama?

Begitulah kehidupan ini: ada kesulitan dan kesusahan yang harus dihadapi. Tapi percayalah, selalu ada banyak kemudahan dalam setiap kesulitan. Itulah janji Allah. Dengan kesusahan dan kesulitan itu, Allah ingin kita selalu dekat dengan-Nya, meski Dia lebih dekat daripada urat nadi kita sekalipun. Jangan pernah menjauh dari-Nya, tetaplah mendekat kepada-Nya.


Bagaimana agar Allah senantiasa dekat? Melalui buku yang resensi oleh Suro Prapanca dan ditulis Yadi Saeful Hidayat ini, sang penulis, ingin berbagi jawabannya. Penulis ingin berbagi keyakinan dan kepercayaan, betapa Allah senantiasa hadir menyapa kita, dalam suka maupun duka, dalam bahagia maupun nestapa. Bahkan, saat kita merasa Dia menjauh dari kita, hakikatnya kitalah yang menjauh dari-Nya. Yadi Saeful Hidayat menceritakan pengalaman dan pengamalannya (yang akhirnya terangkum dalam buku setebal 236 halaman ini). Setiap catatan di buku ini pernah dia share kepada beberapa teman, untuk menjadi pembaca pertama bagi tulisannya. Alhamdulillah, responsnya bagus, karena beberapa orang bahkan setiap hari mengingatkan penulis untuk terus membagikan tulisannya kepada mereka. Dari sinilah sebetulnya ide untuk membukukan catatan-catatan tersebut muncul: penulis ingin berbagi apa yang sudah dituliskannya kepada lebih banyak orang.

Tentang itulah buku ini bercerita (agar Allah begitu special di hati kita). Penulis berharap besar semoga hal itu benar-benar terwujud, ketika semua orang tak lagi galau saat menghadapi kesedihannya. Mengapa? Percayalah, Allah tak pernah meninggalkannya, dan Dia hadir setiap saat untuknya.

Kebaikan itu hanya dari Allah, maka janganlah pernah ragu untuk mengambilnya. Membaca buku yang berjudul Aku Jauh Engkau Jauh, Aku Dekat Engkau Dekat ini seolah kita disodorkan cermin, sudah seberapa dekat kita dengan-Nya? Sehingga membuat kita ingin lebih dekat lagi dengan Sang Mahakasih. Buku ini bertabur doa-doa dan sangat menyejukkan hati. Siapa pun yang ingin memperbaiki ‘hubungan’ dan lebih mesra lagi dengan-Nya. Bacalah buku ini! Resensi buku ini juga dimuat di harian Inilah Koran. (suro prapanca)

Judul : Aku Jauh Engkau Jauh, Aku Dekat Engkau Dekat
ISBN : 978-602-1337-05-9
Penulis : Yadi Saeful Hidayat
Penerbit : Mizania, PT Mizan Pustaka
Cetakan : Mei 2014
Jenis Cover : Soft Cover
Tebal : 236 halaman
Dimensi : 14,5 x 19 cm

Resensi Buku: How to Make a Baby, Mommy?

Resensi Buku:  How to Make a Baby, Mommy?
Judul Resensi Buku:
Mulailah Pendidikan Seks Sejak dalam Kandungan

(Resensi Buku: How to Make a Baby, Mommy? -- PENDIDIKAN Seks adalah pendidikan sebagaimana pendidikan lain pada umumnya, yaitu pendidikan yang mengandung nilai-nilai informasi untuk mencegah berbagai dampak negatif pada anak dan remaja. Dengan demikian, informasi tentang seks diberikan sesuai dengan konteksnya, yaitu dalam kaitannya dengan norma-norma agama dan sosial yang berlaku dalam masyarakat, apa yang dilarang, apa yang lazim, dan bagaimana cara melakukannya dengan benar tanpa melanggar aturan.

Sayangnya, seperti juga disebutkan pe-resensi buku Suro Prapanca ini, masih banyak orang tua yang kurang mampu memenuhi kebutuhan anak-anak dan remaja akan informasi yang benar mengenai masalah seks ini. Selain sikap orang tua yang masih belum terbuka tentang seks karena menganggap seks adalah hal yang tabu, juga karena orang tua sendiri banyak yang kurang paham perihal masalah seks. Pengetahuan yang terbatas itulah yang kemudian menyebabkan orang tua kurang dapat berfungsi sebagai sumber informasi yang akurat bagi anak-anak dan remaja mereka.


Salah satu hak dasar anak adalah hak memperoleh perlindungan dari berbagai tindak kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Namun, saat ini banyak kisah-kisah miris yang tersiar dalam berita, bahkan mungkin dijumpai di sekitar kita, anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual, yang celakanya justru sering dilakukan oleh orang-orang terdekatnya sendiri yang seharusnya melindungi anak tersebut. Apakah itu orang tuanya (kandung, tiri, atau angkat), paman, kakek, pengasuh, bahkan ada yang guru sekolahnya sendiri!

Best-seller book yang diterbitkan oleh Kaifa ini hadir menginspirasi para orang tua agar tak lagi gagu menjawab pertanyaan anak seputar pendidikan seks, sekaligus menjadikannya tak tabu diperbincangkan. Disusun oleh para penulis yang adalah orang tua-orang tua hebat yang sangat peduli dengan perkembangan si buah hati. Bisa diibaratkan, buku setebal 172 halaman ini mengandung ilmu yang bergizi tinggi dan disajikan dengan bahasa yang renyah dan segar, hingga Anda (pembaca) tak perlu sampai mengerutkan dahi untuk mencernanya.

Semestinya, seks itu indah, tentu apabila di koridor yang benar. Dan, orang tua adalah madrasah pertama bagi buah hati dalam mengajarkannya. Bacalah buku ini, sehingga mereka bisa menjadi pengemban misi untuk menghadirkan generasi penerus yang dicintai langit, didoakan segala penjuru angin untuk menjadi pemimpin di dunia!

Buku How to Make a Baby, Mommy? ini patut diapresiasi sebagai sumbangan nyata dalam bentuk panduan bagi para orang tua untuk melindungi anak dan menyelamatkan mereka dari berbagai kemungkinan adanya kekerasan seksual. Dian Mirda S, Gita Lovusa, dkk (penulis buku ini) mengingatkan agar para orang tua mampu mengembangkan komunikasi efektif dua arah dengan putra-putrinya di rumah. Tidak dengan cara menggurui, tetapi justru dengan cara menjalin persahabatan yang akrab sehingga anak pun dapat menangkap penjelasan yang diberikan secara tepat. Kiranya, dengan membaca buku ini, pandangan para orang tua bisa menjadi terbuka lebih luas dan dapat menjelaskan kepada putra-putrinya tercinta mengenai masalah seks dengan cara-cara yang benar. Sangat layak dikonsumsi ilmunya dan sekaligus dikoleksi. Selamat membaca, Ayah dan Bunda! Resensi buku ini juga dimuat di harian Inilah Koran. (suro prapanca)

Judul Buku : How to Make a Baby, Mommy?: Pendidikan Seks Dimulai Sejak dalam Kandungan
ISBN : 978-602-1637-26-5
Penulis : Dian Mardi S, Gita Lovusa, dkk
Penerbit : Kaifa, PT Mizan Pustaka
Cetakan : April 2014
Jenis Cover : Soft Cover
Tebal : xii+172 halaman
Dimensi : 17 x 19 cm

Resensi Buku: 1001 Alasan Kamu Harus Sayangi IBUMU

Resensi Buku: 1001 Alasan Kamu Harus Sayangi IBUMU
Judul Resensi Buku:
Sayangi Ibumu, Manfaatkan Kekuatannya

(Resensi Buku: 1001 Alasan Kamu Harus Sayangi Ibumu) -- SEMUA Orang berusaha meraih kesuksesan, dari mulai membaca buku, mengikuti bimbingan, belajar, mengaji, hingga mengikuti kegiatan-kegiatan tertentu. Ada yang menjalaninya dengan mudah, ada pula yang menjalaninya dengan susah payah. Ukuran kesuksesan sendiri, setiap orang tentu berbeda. Ada yang sudah merasa sukses dengan berprofesi A, ada yang merasa sukses jika mencapai tahap B. Bahkan, bagi orang lain, tahap E adalah ukuran kesuksesannya. Jadi, jika berbagai cara sudah dilakukan, tetapi kesuksesan belum kunjung teraih, berhati-hatilah, jangan-jangan Anda hanya menggunakan kekuatan dunia, logika, dan ilmu pengetahuan.

Tidak bisa dimungkiri, seperti resensi yang dimuat di blog Best-seller Books ini, kita hidup dalam sebuah kekuatan besar yang tidak tercapai dengan logika dan ilmu pengetahuan semata, ada kekuatan lain yaitu kekuatan Tuhan. Sebagai orang beriman, kita menyadari berada di dalamnya dan terikat dengan kehendak-Nya. Namun ingat, ini berarti perlu penyeimbang, akan lebih hebat jika kita menggunakan keduanya. Jangan sampai “melupakan kekuatan Tuhan” yang berakibat semakin tinggi kesuksesan dan materi yang didapat, tapi hati terasa semakin aneh dan kosong. Barangkali, Anda sering merasakannya? 


Membaca resensi buku ini, seperti teringat kembali, banyak sekali pengetahuan spiritual yang telah kita pelajari sejak sekolah dasar, tetapi kita tidak menyadarinya. Padahal, Tuhan telah berjanji membagikan kekuatan (rida)-Nya kepada orang tua, khususnya seorang ibu. Seperti sabda Nabi Muhammad, “Keridaan Allah bergantung pada keridaan orang tua dan kemurkaan Allah bergantung pada kemurkaan orang tua.” (HR Al-Tirmidzi). Masih ingatkah Anda kisah Alqamah yang harus mendapatkan pemaafan sang ibu sebelum bisa dengan tenang menjemput ajalnya, juga bagaimana Nabi Muhammad saw sampai mengulang tiga kali menyebut ibu sebelum ayah dalam hal berbakti kepada orang tua?

Jadi, manfaatkanlah kekuatan seorang ibu sebagai jalan untuk meraih kesuksesan. Manfaatkan kekuatan seorang ibu sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Jika kita mampu “memanfaatkan” ibu untuk meridai keinginan kita, insya Allah Dia juga akan rida. Akhirnya, kita pun mendapatkan apa yang kita inginkan.

Buku dengan judul 1001 Alasan Kamu Harus Sayangi Ibumu ini berisi banyak inspirasi terbaik tentang meraih kebermaknaan hidup lewat kasih sayang seorang ibu. Buku ini mengajak Anda untuk melihat hidup dari perspektif yang berbeda, bahwa untuk sukses Anda juga butuh doa dan restu orang tua. Mulai dari bahasan: Rahasia 13 Miracle Power of Ibu untuk meng-shortcut waktu Anda dalam meraih kesuksesan, membangun pola pikir dan kepribadian positif; Menyelesaikan berbagai permasalahan keluarga, perceraian, broken home, KDRT; sampai bahasan Membangun keharmonisan dan “peternakan pahala” antara orang tua dan anak.

Buku setebal 304 halaman ini adalah bacaan seorang anak yang ingin membahagiakan ibu dengan kesuksesannya, bacaan anak yang masih memiliki ibu maupun tidak memiliki ibu, bahkan bagi seorang ibu atau istri yang ingin memanfaatkan kekuatannya untuk membuat putra-putrinya sukses dan bahagia, juga bagi seorang ayah atau suami yang ingin berkolaborasi menjadi dua penyandang kekuatan Tuhan yang tak terkalahkan. Ingat, jangan tahan air mata Anda saat membaca lembar demi lembar buku ini. Biarkan ia menetes, itulah bentuk komitmen Anda untuk mulai menggunakan sebuah kekuatan mahadahsyat, ibu. Biarkan air mata Anda menjadi sebuah rasa syukur yang tiada tara karena Anda akan memperoleh apa pun yang Anda inginkan sesegera mungkin. Selamat membaca resensi buku ini yang juga dimuat di harian Inilah Koran. (suro prapanca)

Judul Buku : 1001 Alasan Kamu Harus Sayangi IBUMU
ISBN : 978-602-1337-07-3
Penulis : Monde Ariezta
Penerbit : Mizania, PT Mizan Pustaka
Cetakan : April 2014
Jenis Cover : Soft Cover
Tebal : 304 halaman
Dimensi : 14,5 x 19 cm

Sabtu, 19 Juli 2014

Resensi Buku: Jangan Salahkan Bahasa!

Resensi Buku: Jangan Salahkan Bahasa!
Judul Resensi Buku:
“Mengobati” Karut-marut Penggunaan Bahasa

(Resensi Buku: Jangan Salahkan Bahasa!) -- BAHASA itu fenomena. Tak hanya berfungsi sebagai lingua franca atau sarana pergaulan antarindividu, ia juga “mewarnai” kehidupan. Bahasa tak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga kesan. Bahasa bisa menjadi bagian dari duka dan bahagia anak manusia. Namun, sering kali pula bahasa hadir tidak semestinya. Bahasa tak salah. Yang salah itu penutur atau penggunanya.

Segala bentuk kekritisan (dan kejenakaan) dalam penggunaan bahasa disampaikan secara utuh dalam buku ini ––buku yang menjadi representasi idealisme berbahasa tujuh penulus muda. Ketujuh penulis ini ––Imam J.P., Asep Juanda, Dadan Suwarna, Dindin Samsudin, Dudung Ridwan, Edi Warsidi, dan Nandang R. Pamungkas–– menyampaikan kegundahan dan koreksi atas ketidakakuratan penggunaan bahasa. Sangat menjadi best-seller book yang mengulas kebahasaan populer saat ini.   


Para penulis memberi judul buku ini "Jangan Salahkan Bahasa!", kemudian berkesempatan diresensi oleh Suro Prapanca. Buku ini memberi pengertian yang kena, wajar, dan indah tentang kesalahan-kesalahan yang kepalang dipakai oleh pengguna bahasa, baik itu para eksekutif, penulis, pejabat pemerintah, politikus, dan juga selebritas. Dengan ketebalan 242 halaman, berbagai istilah dibahas. Ada yang serius, ada juga yang ringan menggelitik. Dengan kajian yang begitu menarik, buku ini sangat layak dikoleksi oleh para pencinta bahasa Indonesia.

“Buku ini memberikan pandangan lain tentang suatu persoalan kebahasaan sehingga persoalan bahasa tidak harus dilihat secara hitam putih,” ujar M. Abdul Khak, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat, dalam kata pengantarnya.

Lewat tulisan-tulisan yang (hampir semua) dimuat di rubrik “Wisat Bahasa” HU Pikiran Rakyat ini, “mengobati” karut-marut pemakaian bahasa, seperti Bagaimana penggunaan kata nomine, nominasi, dan nominator?; Absensi versus presensi?; Apa kata nonsense adalah kata asing (Inggris)?; Silaturahmi atau silaturahim?; Berbahasa satu bahasa Indonesia atau Menjunjung bahsaa persatuan bahasa Indonesia?; Penggunaan akronim kebablasan.; Terima kasih sebanyak-banyaknya atau terima kasih setulus-tulusnya?; serta masih banyak lagi bahasan mengenai berbahasa ini. Jadi, walaupun dalam keseharian kita menggunakan bahasa Indonesia, membaca buku ini seperti menemukan tempat yang belum pernah kita kunjungi. Ada dua hal yang terasa setiap kita mendapat “pengalaman” baru: kejutan yang menyenangkan atas informasi baru dan mendalam serta perasaan bahwa masih banyak pengetahuan yang perlu terus kita gali dari bahasa Indonesia sebagai persatuan di bumi Nusantara ini.

Niscaya ini benar-benar buku yang harus dibaca oleh para pemakai bahasa Indonesia aktif terutama para eksekutif, termasuk penulis, pejabat pemerintah, politikus, dan selebritas (dalam arti sebenarnya yang bukan melulu artis seperti disalahartikan di Indonesia selama ini), yang biasa memakai istilah asing untuk keren-kerenan tanpa memedulikan laras dan tidaknya hubungan maknawinya. Sekali lagi, buku ini benar-benar memberi pengertian yang kena, wajar, dan indah tentang kesalahan-kesalahan yang kepalang dipakai oleh pihak tersebut tadi. Bahwa bahasa pun selalu berkembang, itu merupakan daya pikat tersendiri untuk dikaji ilmiah dari sudut pengetahuan sosiologi yang membuat pemerhati dan pengajar bahasa seyogianya tidak bersikap kolot, ngotot, ngeyel, dan keukeuh pada hanya satu saja pengertian peristilahan tertentu. Tampaknya pembaca mendapatkan itu di dalam mendaras buku ini. Selamat membaca resensi buku ini yang juga dimuat di harian Inilah Koran. 

Judul : Jangan Salahkan Bahasa!
ISBN : 978-602-1241-02-8
Penulis : Imam J.P., Asep Juanda, Dadan Suwarna, Dindin Samsudin, Dudung Ridwan, Edi Warsidi, dan Nandang R. Pamungkas
Penerbit : Media Cendekia Publisher
Cetakan : 2014
Jenis Cover : Soft Cover
Tebal : xii+242 halaman
Dimensi : 14,5 x 21 cm

Resensi Buku: Max Havelaar

Resensi Buku: Max Havelaar
Judul Resensi Buku:
Kisah yang “Membunuh” Kolonialisme

(Resensi Buku: Max Havelaar) -- MULTATULI atau Eduard Douwes Dekker (1820-1887) menulis Max Havelaar setelah selama 18 tahun mengabdi sebagai pegawai pemerintah Hindia Belanda. Karier Multatuli sebagai penulis berlangsung 18 tahun, sama seperti masa kariernya sebagai pegawai pemerintah. Multatuli kemudian mengasingkan diri ke Jerman dan meninggal pada Februari 1887.

Eduard Douwes Dekker adalah mantan Asisten Lebak, Banten, pada abad ke-19. Douwes Dekker terusik nuraninya melihat penerapan sistem tanam paksa oleh pemerintah Belanda yang menindas bumiputra. Dengan nama pena Multatuli, yang berarti aku menderita, dia mengisahkan kekejaman tanam paksa yang menyebabkan ribuan pribumi kelaparan, miskin, dan menderita. Mereka diperas oleh kolonial Belanda dan pejabat pribumi korup yang sibuk memperkaya diri. Hasilnya, Belanda menerapkan Politik Etis dengan mendidik kaum pribumi elite sebagai usaha “membayar” utang mereka kepada pribumi. Satu Best-seller Book yang pada zamannya benar-benar menjadi "Kisah yang Membunuh Kolonialisme".


Meski pendidikan hanya terbuka bagi kaum elite yang loyal kepada pemerintah Hindia Belanda, setidaknya kesempatan itu membuka mata para priyayi pribumi tentang kondisi dunia. Bahkan, Pramoedya Ananta Toer (pengarang yang lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 – meninggal di Jakarta, 30 April 2006 pada umur 81 tahun, --pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia yang telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing) berpendapat bahwa reformasi pendidikan kaum elite ini pada akhirnya memunculkan pergerakan nasional, yang memunculkan negara Indonesia dan mengakhiri kolonialisme Belanda pada 1945, serta memicu gerakan-gerakan antikolonialisme di Afrika. Karena itu, Pramoedya menyebut Max Havelaar sebagai buku yang “membunuh” kolonialisme.

Penerbit Qanita mempersembahkan Max Havelaar sebagai salah satu buku yang penting dalam khazanah sastra klasik Indonesia. Sebuah karya yang mengunggah kebobrokan pemerintahan dan ketidakpedulian para pejabat, sebuah penyakit yang menjadi momok di Lebak dan Indonesia hingga masa kini. Sebuah karya sastra yang memperkaya batin pembacanya.

Qanita menerjemahkan Max Havelaar dari edisi bahasa Inggris terjemahan Baron Alphonse Nahuys, dengan referensi edisi terjemahan Indonesia oleh HB Jassin. Penerbit juga melakukan beberapa penyesuaian minor agar bahasanya lebih bisa diterima pembaca sekarang, tetapi dengan tetap mempertahankan nuansa klasiknya.

Tragis, lucu, dan humanis, Max Havelaar, salah satu karya klasik yang mendunia. Kemunculannya menggemparkan dan mengusik naruni. Buku ini diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan diadaptasi dalam film dan drama, gaung kisah Max Havelaar masih menyentuh pembaca sejak terbit tahun 1860 hingga kini. Selamat membaca. Resensi buku ini juga dimuat di harian Inilah Koran. (Peresensi Buku: Suro Prapanca)


Judul Buku : MAX HAVELAAR
ISBN : 978-602-1637-45-6
Penulis : Multatuli
Penerbit : Qanita, PT Mizan Pustaka
Cetakan : 2014
Jenis Cover : Soft Cover
Tebal : 480 halaman
Dimensi : 13 x 20,5 cm

Senin, 14 Juli 2014

Resensi Buku: Islamic Character Building

Menjadikan Muslim Berkarakter Qurani

SALAH Satu tujuan pendidikan --seperti disampaikan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof H Akhmaloka PhD dalam pengantar buku ini-- adalah menghasilkan lulusan yang memiliki karakter kepeloporan dan kemampuan berkompetisi secara sehat dan sportif serta memiliki tanggung jawab dan etika. Tak terkecuali dalam menyampaikan pendidikan agama/etika, pun harus mengambil sebagian tanggung jawab tersebut. Agar lulusannya memiliki kompetensi sesuai tujuan pendidikan yang telah disebutkan di atas, menurut Akhmaloka, perlu dilakukan tiga tahapan sistematis yang kerap dinamakan sebagai konsep BAC, yaitu behavior, attitude, dan culture.


Lebih lanjut Akhmaloka menyampaikan, pendidikan yang diberikan itu, pertama-tama harus dapat mengubah perilaku (behavior), baik karena kesadaran maupun karena keterpaksaan. Tahap selanjutnya, terjadi perubahan sikap (attitude) yang berkesadaran. Kemudian, setelah mengalami perubahan perilaku dan sikap berkesadaran, maka kelak akan terwujud budaya (culture) yang baik.

Tujuan pendidikan itulah yang mendasari dalam menghadapi perkembangan kemajuan teknologi informasi di dunia yang semakin pesat dan persaingannya yang semakin ketat sekarang ini. Untuk menghadapi tantangan zaman tersebut, kita harus menjadi pribadi yang berkualitas prima dalam aspek spiritual dan jasmani. Pertanyaannya, persiapan apa yang harus dilakukan seorang Muslim untuk menjadi pribadi yang prima tersebut?

Sesungguhnya untuk melaksanakan tugasnya, manusia telah dibekali pedoman hidup (Alquran dan hadis). Islam mengajarkan kita untuk menjadi hamba yang saleh dan manusia yang cerdas dalam memanfaatkan berbagai karunia dari Allah Swt.

Buku karya Dr Asep Zaenal Ausop MAg (dosen mata kuliah Agama Islam di ITB) ini mengurai banyak hal yang mampu menjadikan seorang Muslim berkarakter Qurani (Quranic character), seperti Islam sebagai way of life yang diwajibkan Allah kepada manusia; Hakikat manusia: siapa manusia itu, tujuan hidup manusia, dan tugas manusia dalam kehidupan; Aturan hukum yang harus dipahami manusia dalam bertugas sebagai khalifah fil ardh; Etika manusia kepada Sang Pencipta, sesama manusia, dan makhluk lainnya; Panduan membangun peradaban dengan ilmu agama dan ilmu sains.

Membaca buku Islamic Character Building sampai tuntas akan mengobati dahaga Anda akan informasi mengenai pribadi Muslim yang prima. Pribadi Insan Kamil yang mampu menjadi hamba yang saleh, manusia yang berbudi pekerti luhur, dan manusia yang memanfaatkan teknologi demi kebaikan bersama.

Buku setebal 464 halaman ini akan mengubah paradigma berpikir Anda, mengoreksi Islam persepsi menuju Islam ilmu, serta insya Allah akan membuka cakrawala Anda tentang khazanah ilmu Islam, serta meningkatkan iman dan amaliah. Buku ini pun akan membantu anda menjadi Muslim tauhidullah, beribadah sesuai sunah Rasulullah saw dan berkarakter Qurani. Selamat membaca.

Judul : Islamic Character Building
ISBN : 978-602-781-741-8
Penulis : Dr Asep Zaenal Ausop MAg
Penerbit : Salamadani
Cetakan : 2014
Jenis Cover : Soft Cover
Tebal : xviii+646 halaman
Dimensi : 15 x 23 cm