Minggu, 08 Desember 2013

Resensi Buku: ABU BAKAR, The 1st Khalifa

Resensi Buku: ABU BAKAR, The 1st Khalifa
Resensi Buku: ABU BAKAR The 1st Khalifa
Judul Resensi Buku:
Teladan Agung ABU BAKAR Ash Shiddiq  

(Resensi Buku: Abu Bakar, The 1st Khalifa) -- ERA milenium di 2013 akhir, menjelang tahun politik 2014 mendatang bagi bangsa Indonesia ini, umat (warga negara) sangat merindukan sosok teladan. Pribadi luhur yang bisa memberikan contoh nyata dalam mempraktikkan nilai-nilai kebenaran, kebaikan, keberanian, keteguhan, kecemerlangan, toleran, santun, dermawan, penyabar, dan selalu berpikir positif atas segala hal. Sosok teladan ini juga mumpuni dalam penguasaan ilmu agama dan pengetahuan duniawi, pegiat ibadah utama, bertakwa dan bertawakal, zuhud, serta selalu mengharapkan yang lebih baik di sisi Allah. Di dalam sosok itu terkumpul kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan juga kecerdasan spiritual (SQ) secara utuh dalam memaknai hidup di dunia ini.

Kita merindukan pemimpin yang mampu menyelaraskan antara ucapan dan tindakannya: Pemimpin yang berani membela kebenaran dan santun serta penuh kasih sayang kepada rakyatnya; Pemimpin yang mampu menyejukkan hati rakyatnya, memenuhi hak-hak dan kewajiban yang dipimpinnya; Pemimpin yang rela berkorban dengan harta dan tenaga serta pikirannya demi kemaslahatan umatnya; Pemimpin yang senantiasa menyertakan sikap tawakal dalam setiap ucapan, tindakan, dan keputusannya. Serta, pemimpin yang selalu menyadari bahwa jabatan adalah amanah yang diletakkan Allah di pundaknya dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya kelak. Setelah membaca resensi buku di Best-seller Books ini, dapatkan bukunya segera.


Panutan atau teladan memang harus dimiliki para pemimpin, tentu saja panutan atau teladan yang paripurna, seperti halnya Abu Bakar Ash Shiddiq sang Khalifah Pertama. Yang pada akhirnya pemimpin tersebut juga akan meneruskan keteladanannya. Selanjutnya, mereka dijadikan panutan oleh generasi-generasi selanjutnya.

Buku Abu Bakar The 1st Khalifa ini benar-benar lengkap disajikan oleh sang penulis, Misbah Em Majidy. Buku ini berkisah tentang Khalifah Pertama melanjutkan pemerintahan Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad Saw. Abu Bakar lah, orang yang pertama kali memeluk Islam. Salah satu sahabat Nabi yang sangat setia. Dia berasal dari keluarga mulia dan terhormat di kalangan kaumnya serta selalu menjaga kehormatan dirinya dari hal-hal yang tercela.

Membaca sirah (kehidupan) Abu Bakar Ash Shiddiq ini akan menjawab atas persoalan-persoalan: Bagaimana cara Abu Bakar mengubah kebiasaan jahiliah yang telah mengakar kuat pada penduduk Mekah? Bagaimana sepak terjang Abu Bakar setelah diberi amanat sebagai khalifah? Bagaimana sikap Abu Bakar terhadap orang-orang yang melanggar syariat Islam? Bagaimana Abu Bakar bersikap terhadap sahabat yang memprotes kebijakannya? Dan, Bagaimana suasana menjelang kematian Abu Bakar Ash Shiddiq?

Sungguh paripurna--dari awal sampai akhir--penggambaran sosok teladan Abu Bakar Ash Shiddiq. Dari mulai kehidupan pribadinya, kehidupannya bersama keluarga, kiprahnya dalam menjalankan pemerintahan Islam, bahkan sampai detik-detik menjelang kepergiannya.

Tambahan nutrisi pengetahuan dan kontribusi positif bagi syiar Islam melalui sirah (biografi) Abu Bakar dalam buku ini diharapkan bisa memaknai hidup agar lebih bermakna dan bermanfaat sehingga pengikut teladannya meraih kemuliaan di dunia, terlebih di hadapan Allah Azza wa Jalla. Selamat membaca. Resensi buku ini juga dimuat di harian Inilah Koran. (Peresensi Buku: Suro Prapanca)

Judul Buku : ABU BAKAR, The 1st Khalifa
ISBN : 978-979-055-484-9
Karya : Misbah Em Majidy MA
Diterbitkan : Syaamil Books
Cetakan I : Maret 2013
Tebal : 302 halaman
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi : 15,5 x 23 cm
Kategori : Tarikh Islam

Suro Prapanca
Bandung, 6 Desember 2013 
Dimuat juga di INILAHKORAN, Minggu 8 Desember 2013

Resensi Buku: Di Balik Tirai KEMATIAN

Resensi Buku: Di Balik Tirai KEMATIAN
Resensi Buku: Di Balik Tirai Kematian
Judul Resensi Buku:
KEMATIAN, Datangnya adalah Keniscayaan 

(Resensi Buku: Di Balik Tirai Kematian) -- “AKU tidak melihat sesuatu yang hak lagi pasti terjadi, namun dianggap batil dan tidak bakal terjadi, seperti halnya maut. Dan aku tidak melihat sesuatu yang batil dan pasti lenyap, namun dianggap hak dan langgeng, seperti halnya dunia.” –Ali bin Abi Thalib.

Ungkapan tersebut merupakan bentuk keheranan Ali bin Abi Thalib kepada orang-orang yang melupakan mati padahal setiap saat ia melihat kematian. Hal sama juga pernah disampaikan oleh Salman Al Farisi yang mengaku heran kepada orang-orang yang melalaikan kematian padahal maut tidak pernah lalai terhadapnya.

Maka, ketika seseorang ditakdirkan untuk hidup, yang bersangkutan pun harus mau menerima kenyataan bahwa ia harus mati. Tidak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwa tidak ada sesuatu yang pasti bagi yang hidup kecuali kematian. Itulah sebabnya, berpikir tentang kematian berhubungan erat dengan berpikir tentang kehidupan. Pandangan seseorang tentang kematian akan terefleksikan pada cara pandangannya terhadap kehidupan. Silakan, setelah membaca resensi buku di Best-seller Books ini, dapatkan bacaan langsung (bukunya) segera.


Secara garis besar, ada dua pandangan tentang kematian. Pertama, mengungkapkan bahwa kematian adalah akhir dari segalanya (penganut paham eksistensialisme). Kedua, mengartikan kematian sebagai pintu menuju kenyataan yang lain. Kematian bukanlah akhir kehidupan manusia, melainkan jalan menuju kehidupan yang lain dalam kondisi berbeda (pandangan kaum teolog dan agamawan).

Di Balik Tirai Kematian, buku yang memuat kisah-kisah nyata, ini sungguh nyata hikmah yang bisa dipetik. Dengan buku setebal 290 halaman ini, Anda –sidang pembaca—dapat memetik hikmah dari kisah wafatnya Rasulullah dan para sahabat, kematian para ulama dan pencinta ilmu, kematian para tiran dan pembangkang, kematian tokoh-tokoh terkenal. Serta dengan buku kisah hikmah yang diterbitkan Syaamil Books ini, pembaca juga bisa mengambil hikmah dari kisah kematian husnulkhatimah dan kematian su’ul khatimah.

Agama mengajarkan, kematian dengan tujuan agar manusia tidak salah memandang kematian sehingga tidak salah pula dalam menyikapi kehidupan. Dengan demikian, kematian, pada satu sisi menjadi akhir dari kehidupan di dunia. Di sisi yang lain, kematian menjadi awal dari kehidupan di akhirat. Keduanya saling berhubungan dan memengaruhi. Jadi, bagaimana mungkin kita akan memanen kebaikan, kebahagiaan, dan kenikmatan alam akhirat jika yang kita tanam adalah benih permusuhan, angkara murka, pengingkaran, dan bermacam keburukan? Selamat membaca. Resensi buku ini juga dimuat di harian Inilah Koran. (Peresensi Buku: Suro Prapanca)

Judul Buku : Di Balik Tirai Kematian
ISBN : 978-979-055-446-7
Karya : Sulaiman Abdurrahim dan Tauhid Nur Azhar
Diterbitkan : Syaamil Books
Cetakan I : Juli 2013
Tebal : 290 halaman
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi : 13,5 x 20,5 cm
Kategori : Kisah Hikmah

Suro Prapanca
Bandung, 29 November 2013
Dimuat juga di INILAHKORAN, Minggu 1 Desember 2013

Resensi Buku: SEHAT DENGAN SHALAT

Resensi Buku: SEHAT DENGAN SHALAT
Resensi Buku: Sehat dengan Shalat
Judul Resensi Buku:
LAUTAN MANFAAT di Balik Kewajiban Salat  

(Resensi Buku: Sehat dengan Shalat) -- SEGALA puji hanya bagi Allah Swt yang telah memberikan ilham kepada kita berupa keindahan memperhambakan diri kepada-Nya, memberi karunia kepada kita dengan keagungan belas kasih-Nya. Dengan keagungan-Nya, Allah telah menundukkan apa pun yang diciptakan-Nya untuk kepentingan kita, dan menjadikan kita sebagai golongan makhluk yang dikhususkan untuk beribadah kepada-Nya. “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku. Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kukuh.”—QS Al-Dzariyat [51]: 56-58.

Itulah mukadimah bahwa Allah telah memfardukan sebuah hubungan antara Sang Pencipta dan hamba yang diciptakan-Nya. Kefarduan itu adalah salat, ibadah yang dijadikan sebagai tiangnya agama. Salat yang memerintah kebajikan, mencegah keburukan, dan merupakan ibadah yang menyelamatkan. Allah telah memutuskan bahwa siapa pun yang mengikuti jalan yang lurus dengan berbuat ihsan, maka Dia akan memberi mereka pahala kebaikan dan tambahan kebaikan. Silakan simak terus resensi buku di Best-seller Books, selanjutnya segera miliki buku tersebut.


Dari ibadah salat ini, terungkap fakta-fakta ilmiah yang telah mencengangkan masyarakat modern. Fakta tersebut mengungkapkan bahwa salat tidak hanya bermanfaat bagi spiritual manusia semata, salat juga dapat menyehatkan tubuh manusia.

Dalam buku "Sehat dengan Shalat" karya Prof Dr Amir Saleh dan Dr Ahmed Saleh, PhD menjelaskan fungsi dan manfaat gerakan salat bagi kesehatan manusia dengan lugas dan tuntas. Dalam pelaksanaannya, gerakan wudu dan salat mampu menyehatkan tubuh apabila dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai ajaran Rasulullah Saw.

Manfaat salat yang diungkap dalam buku ini antara lain: Salat berperan aktif menurunkan tekanan darah dan mengobati penyakit lambung; Salat membantu penyembuhan diabetes dan pemulihan luka pada tubuh. Pada saat salat dengan khusyuk, aktivitas otak meningkat positif; Salat mencegah penyakit punggung, terutama untuk orang yang sudah salat sebelum usia 10 tahun; Wudu mencegah sel kanker kulit akibat sengatan matahari, terutama sinar ultraviolet.

Seorang Muslim sepertinya wajib memiliki buku ini agar semakin mudah dalam melaksanakan ibadah salat dengan khusyuk dan merasakan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Namun, semua fakta-fakta ilmiah manfaat salat bagi yang mendirikannya itu hanyalah bonus. Semestinya, yang tetap menjadi perhatian dan pemahaman bagi Muslim adalah bahwa salat merupakan kebutuhan (kewajiban yang harus Muslim jalankan sebagai tiangnya agama). Seperti yang diterangkan dalam QS An-Nisa’ [4]: 103, ”Maka dirikanlah salat, sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” Jadi, sudahkah Anda menjadikan salat sebagai kebutuhan? Selamat membaca. Resensi buku ini juga dimuat di harian Inilah Koran. (Peresensi Buku: Suro Prapanca)

Judul Buku : SEHAT DENGAN SHALAT
Penulis : Prof Dr Amir Saleh dan Dr Ahmed Saleh, PhD
Diterbitkan : Salamadani, PT Grafindo Media Pratama
Cetakan I : Oktober 2013
Jumlah Halaman : 300 halaman
Jenis Cover : Soft Cover
Dimensi : 17 x 19 cm
Kategori : Islam-Kesehatan

Suro Prapanca
Bandung, 22 November 2013
Dimuat juga di INILAHKORAN, Minggu 24 November 2013

Jumat, 06 Desember 2013

Buku Baru - Ubi Kayu dan Ubi Jalar

Buku Baru - Ubi Kayu dan Ubi Jalar
TEBAL BUKU & ISBN:
124 halaman; 978-602-8394-85-7

PENULIS:
Dr. Ir. Nur Richana, M.S.

PENERBIT:
Nuansa Cendekia

Mungkin Anda tidak bisa memanfaatkan buku tentang Ubi Kayu dan Ubi Jalar ini karena sesuatu hal. Namun, berikan buku ini kepada saudara Anda di desa, sebagai kado perbaikan ekonomi keluarga mereka. Bersama buku ini keluarga petani desa akan mampu mengolah ubi kayu dan ubi jalar secara modern, mudah, dan ramah lingkungan.

Ubi Kayu dan Ubi Jalar ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam upaya suksesnya program ketahanan pangan dan mengatasi kerawanan pangan. Buku ini menerangkan dengan saksama mengenai ubi kayu: botani, budi daya, komposisi kimia tanaman ini, teknologi pascapanen, pembuatan gaplek, pembuatan tepung, pembuatan pati, tape, keripik, enyek-enyek (cassava crackers), maltodekstrin, sirup glukosa, sirup fruktosa, sorbitol, bioetanol, dan produk bioproses lainnya. Juga mengenai botani ubi jalar, budi daya dan komposisinya. Selamat membaca!

Buku Baru - Dreams COME TRUE

Buku Baru - Dreams Come True
TEBAL BUKU & ISBN:
180 halaman; 978-602-9255-78-2

PENULIS:
Edvan Muhammad Kautsar

PENERBIT:
Mizania

Edvan, seorang motivator dan entrepreneur, kelahiran Tasikmalaya 20 tahun yang lalu. Masih sangat muda, tapi dia berhasil meraih sukses dengan tetap menyertakan nilai-nilai spiritual dalam kehidupannya. Buku ini penting untuk dibaca siapa pun —terutama generasi muda— agar terinspirasi dari pengalaman seorang anak muda bernama lengkap Edvan Muhammad Kautsar. Dia sudah jatuh bangun mewujudkan mimpi-mimpinya yang tertuang lengkap dalam buku berjudul Dreams Come True ini.

Dia memulai karier sebagai motivator dan entrepreneur sejak usia 14 tahun, berbisnis MLM pada usia 16 tahun, berbisnis batu bara dan bermain film pada usia 18 tahun, serta menjadi dosen pada usia 19 tahun. Edvan pernah gagal, tapi cerita kegagalannya akan meyakinkanmu bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjuangan. Pun cerita kesuksesannya akan menginspirasimu bahwa sukses sejak muda sama sekali bukan mustahil. Selamat membaca!

Buku Baru - Kunci SUKSES Entrepreneur

Buku Baru - Kunci Sukses Entrepreneur
TEBAL BUKU & ISBN:
154 halaman; 978-979-055-110-7

PENULIS:
Indah Ratnaningsih dan Mala Hayati

PENERBIT:
Progressio

Apa pun makna sukses bagi setiap orang, yang pasti, hampir setiap orang akan berlomba-lomba mengejar kesuksesan dalam hidupnya. Berbagai cara pun ditempuh untuk meraih status “sukses”, dari yang halal hingga yang melanggar etika masyarakat maupun agama.

Lalu, bagaimana sebenarnya jalan menuju kesuksesan tersebut? Buku ini akan membawa Anda belajar dari kehidupan entrepreneur dunia dalam proses meraih kesuksesannya, sekaligus menganalisis arti kesuksesan bagi mereka. Ada 10 entrepreneur dunia yang dikisahkan, yaitu Bill Gates; Thomas J Watson, Sr; Howard Schultz (Pemilik Starbuck Coffee); Kolonel Harland Sanders; Konosuke Matsushita; Soichiro Honda; Gottlieb Daimler dan Karl Benz; Sam Walton; Walt Disney; dan Mark Zuckerberg (Pencipta Facebook). Tidak melulu kesuksesan yang mereka dapat, kegagalan dan kesalahan juga pernah mereka alami. Dari sana, Anda bisa belajar cara keluar dari “masa krisis” yang mereka hadapi. Selamat membaca!

Kamis, 05 Desember 2013

Buku Baru - KAMUS Penerbitan dan Grafika

Buku Baru - Kamus Penerbitan & Grafika
TEBAL BUKU & ISBN:
136 halaman; 978-602-7768-39-0

PENULIS:
Henry Jacob

PENERBIT:
Nuansa Cendekia

Buku kecil ini akan bermanfaat bagi para penerbit atau mereka yang ingin menjadi penerbit di negara-negara seluruh dunia yang menggunakan bahasa Inggris. Henry Jacob, sang penulis buku ini, sudah lama tertarik pada perkembangan linguistik dan berkarier cukup panjang di dunia penerbitan. Sekarang, dia mengepalai The British Museum.

Buku yang dia susun ini, Kamus Penerbitan dan Grafika, didasarkan pada pengalamannya yang luas sebagai seorang penulis, penerbit, dan guru. Buku ini berisi istilah-istilah yang lazim dijumpai dalam dunia penerbitan, kadang-kadang berbeda dengan atau ditambahkan dari arti-arti dalam kamus, dan hal-hal lain yang kerap dijumpai dalam industri penerbitan buku dan ruang lingkup kerja percetakan serta distribusi buku. Juga disertakan istilah-istilah akunting dan manajemen karena memiliki aplikasi khusus dalam dunia penerbitan. Sebuah referensi penting bagi Anda yang berkecimpung di dunia percetakan, penerbitan, kegrafikaan, serta Anda pencinta buku. Selamat membaca!